MIKORIZA DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN

MAKALAH

TUGAS PENGANTAR AGRONOMI

MENGUBAH  TANAH  KERING  MENJADI  PRODUKTIF DENGAN  MEMBERIKAN MIKORIZA SECARA OPTIMAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama                   : Utomo

NRP                       :120321100106

Kelas                    : C            

Progam Studi  : Agribisnis  

 

PRODI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

 

Untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal diperlukan beberapa hal, salah satu hal yang paling pokok yaitu lahan tempat bercocok tanam harus subur. Pengolahan lahan atau tanah memerlukan pengelolaan yang tepat dan sejauh mungkin mencegah dan mengurangi kerusakan dan dapat menjamin kelestarian sumber daya alam tersebut untuk kepentingan generasi yang akan datang. Pada sistem lingkungan tanah, usaha-usaha yang perlu dikerjakan ialah rehabilitasi, pengawetan, perencanaan dan pendayagunaan tanah yang optimum (Soerianegara, 1977 ). Pegolahan lahan yang kurang bijaksana akan mengakibatkan tanah menjadi rusak dan kering. Sehingga lahan tersebu tidak dapat untuk budidaya tanaman.

Lalu bagimana jika lahan itu tandus?. Lahan tandus  atau kering dapat diubah dengan cara pemberian Mikoriza. Dengan cara memanfaatkan Mikoriza secara tepat, maka struktur tanah yang semula tandus akan menjadi subur. Kehadiran mikoriza penting bagi ketahanan suatu ekosistem, stabilitas tanaman dan pemeliharaan keragaman biologi. Peranan mikoriza dalam menjaga keragaman hayati dan ekosistem sekarang mulai dikenal, terutama sekali karena pengaruh mikoriza untuk mempertahankan keanekaragaman tumbuhan dan meningkatkan produktivitas (Moriera et al., 2007).

Fungsi Mikoriza bersifat simbiosis mutualisme dengan tanaman dan bersifat antagonis terhadap parasit. Selain itu Mikoriza juga dapat hidup bebas di rizofer. Selain itu,miloriza juga diketahui dapat mengkolonisasi hampir seluruh akar tanaman pertanian. Kemampuan asosiasi dengan berbagai jenis tanaman mencapai 90% (Gadkar dan Vijay. 2001). Peranan mikoriza sangat penting terutama dalam hal konservasi siklus nutrisi, membantu memperbaiki struktur tanah, transportasi karbon di sistem perakaran, mengatasi degradasi kesuburan tanah serta melindungi tanaman dari penyakit, juga sebagai agen fitoremediasi (Jeffries et al., 2003).

Sehingga dengan memberikan mikoriza secara optimal dapat memperbaiki struktur tanah yang semulanya kering akan menjadi subur. Selain dapat menyuburakan tanah, Mikoriza memiliki peranan bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sehingga pertumbuhan tanaman dan produktivitas yang dihasilkannya pun dapat meningkat.

 

1.2  Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumusakan masalah sebagai berikut.

  1. Apakah keberadaan mikoriza diperlukan ditanah kering?
  2. Bagaimana cara kerja Mikoriza dalam menyuburkan tanah kering?
  3. Adakah peningkatan hasil produksi tanaman yang berada di tanah kering setelah diberi Mikoriza?

1.3    Tujuan Penelitian

 

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:

  1. Memperoleh informasi tentang diperlukannya Mikoriza dalam menyuburakan tanah kering.
  2. Mengetahui cara kerja Mikoriza dalam menyuburkan tanah kering.
  3. Mendapatkan data dari peningkatan hasil produksi tanaman di tanah kering setelah tanah tersebut diberi  mikoriza.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Tanah atau lahan merupakan hal yang sangat berguna bagi masyarakat, karena semua aktifitas manusia dilakukan di lahan. Seperti tempat tinggal, berdagang, berternak, bertani dll. Secara ilmu tanah di Indonesia dikelompokan menjadi dua yaitu pertama lahan kering yang beriklim kering yang kebanyakan terdapat di indonesia bagian timur, lalu lahan kering yang beriklim basah yang kebanyakan terdapat di Indonesia bagian barat. Cukup banyak tipologi wilayah pengembangan lahan kering yang terdapat di dua kategori tersebut. Namun wilayah pengembangan lahan kering yang dominan di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan potensi dan dominasi vegetasinya (Bamualim, 2004).

Pengaruh Cekaman Kekeringan pada Tanaman merupakan istilah untuk menyatakan bahwa tanaman mengalami kekurangan air akibat  keterbatasan air dari lingkungannya yaitu media tanam. Cekaman air pada tanaman terjadi karena ketersediaan air dalam media tidak cukup dan transpirasi yang berlebihan (Islami dan Utomo, 1995). Cekaman kekeringan ini dapat terjadi pleh beberapa hal yaitu pertama kekurangan suplai air di daerah perakaran, dan yang kedua permintaan air

yang berlebihan oleh daun akibat laju evapotranspirasi melebihi laju absorbsi air oleh akar tanaman, walaupun keadaan air tanah tersedia cukup.

kekeringan sanagt merugiakan dalam bidang pertanian, karena dapat mempengarui pertumbuahan dan produksi tanaman. Cekaman kekeringan pada tanaman dapat menyebabkan penurunan laju perkecambahan benih, menghambat penyerapan air,hara dan translokasi fotosintat, serta menurunkan laju transpirasi dan fotosintesis (Harjadi dan Yahya, 1988). Cekaman kekeringan menyebabkan penurunan luas daun, hal ini karena berkurangnya suplai air yang menyebabkan penurunan turgor pada sel daun sehingga stomata tertutup yang menyebabkan menurunnya proses fotosintesis (Karti, 2004).

Untuk  mengatasi cekaman kekeringan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan Mikoriza. Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Prinsip kerja dari mikoriza ini adalah menginfeksi sistem perakaran tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang mengandung mikoriza tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas dalam penyerapan unsur hara (Iskandar,2002).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Mikoriza sangat diperlukan untuk mengubah lahan yang semula tandus atau kering menjadi lahan subur. Karena dengan adanya mikoriza dapat menyerap unsur hara. Mikoriza dapat meningkatkan penyerapan unsur hara oleh akar karena dibantu oleh miselium jamur mikoriza eksternal dengan cara  memperluas area permukaan penyerapan akar (Fakura,1998).  Miselium mikoriza dapat masuk dalam celah/ pori di tanah yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dimasuki oleh bulu-bulu akar tanaman. Unsu- unsur yang diserap antara lain P, Ca, N, Cu, Mn, K, dan Mg ( Maspari, 2012). Untuk mendapatkan unsur tersebut antara mikoriza dan tanaman melakukan kerjasama dengan cara tanaman memberikan sisa karbohidrat dan gula yang tidak terpakai kepada mikoriza, dan mikoriza akan memberikan unsur-unsur P, Ca, N, Cu, Mn, K dan Mg yang diperlukan oleh tanaman. Sehingga dengan terpenuhinya unsur hara tersebut, maka pertumbuhan tanaman akan lebih baik

Mikoriza yang tepat dan benar akan mengganti dari  sebagian kebutuhan pupuk yang diperlukan oleh tanaman. Sebagai contoh mikoriza dapat menggantikan kira-kira 50% dari kebutuhan pupuk fosfor, 40% kebutuha pupuk nitrogen, dan 25% kebutuhan pupuk kalium((Dela cruz, 1981). Selein itu penggunaan mikoriza tidak ada efek samping yang merugikan terhada tanah, karena pada prinsipnya mikoriza ramah lingkungan. Bila mikoriza jenis tertentu telah berkembang dengan baik disuatu lahah atau tanah kering, maka manfaatnya akan diperoleh untuk selamanya. Selain itu mikoriza juga membantu tanaman dalam proses beradaptasi terhadap pH yang rendah. Demikian pula vigor tanaman bermikoriza yang baru dipindahkan dari persemaian ke lapang akan lebih baik dari yang tanpa pemberian mikoriza.

Sedangakan cara kerja mikoriza dalam proses penyuburan tanah kering dapat dengan cara memberikan pupuk mikoriza. Pupuk mikoriza umumnya berupa spora dan potongan akar yang terinfeksi jamur yang dicampur dengan zeolit sebagai media pembawa. Penggunaan mikoriza lebih efektif digunakan pada saat tanaman masih di persemaian, hal itu karena akar-akar tanaman belum mengalami penebalan. Sehingga peluang mikoriza akan lebih mudah masuk dalam sistem akar tanaman.

Cara pemberian mikoriza dapat dilakukan  dengan cara menaburkannya pada lubang yang dibuat sebelum penanaman, kemudian dapat juga dilakukan dengan menempelkan pupuk/akar yang sudah terinfeksi pada akar tanaman muda atau dapat mencampur mikoriza pada tanah untuk pembibitan tanaman. Karena mikoriza merupakan mahluk hidup maka sejak berasosiasi dengan akar tanaman akan terus berkembang dan selama itu pula berfungsi membantu tanaman dalam peningkatan penyerapan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tersebut sampai dewasa (Novriani dan Madjid, 2011).

Kondisi lingkungan tanah yang cocok untuk perkecambahan biji akan mendukung dalam proses perkecambahan spora mikoriza. Jamur mikoriza mempenetrasi epidermis akar melalui tekanan mekanis dan aktivitas enzim yang  selanjutnya akan tumbuh menuju korteks. Sedangkan pertumbuhan mikoriza melalui ekternal. Pertumbuhan mikoriza secara eksternal terjadi jika hifa internal tumbuh dari korteks melalui epidermis. Pertumbuhan hifa secara eksternal tersebut terus berlangsung sampai tidak memungkinkan terjadi pertumbuhan lagi.

Bagi jamur mikoriza, hifa eksternal berfungsi mendukung fungsi reproduksi dan berguna untuk transportasi karbon dan unsur hara lainnya ke dalam spora (Haryantini dan Santoso, 2001). Mikoriza selain dari segi fisik dengan adanya hifa eksternal mikoriza juga banyak mengandung logam berat, dan daerah tambang memberikan harapan tersendiri untuk digunakan pada proyek rehabilitasi/reklamasi daerah bekas tambang. Bahkan ada mikoroza yang menginfeksi tanaman yang tumbuh di dalam air Sedangkan Suhu yang relatif tinggi dapat meningkatkan aktivitas mikoriza (Rahmawati, 2003).

Pada daerah tropika basah seperti Indonesia, hal ini sangat menguntungkan. Suhu    optimum untuk perkecambahan spora sangat beragam tergantung jenisnya. Pada umumnya infeksi oleh jamur mikoriza akan meningkat dengan naiknya suhu lingkungan. Suhu yang tinggi pada siang hari lebih kurang 35°C tidak akan menghambat perkembangan dan aktivitas fisiologis dari  jamur mikoriza. Peran mikoriza hanya akan  menurun pada suhu di atas 40°C. Jadi, suhu bukan merupakan faktor pembatas utama dari aktivitas perkecambahan mikoriza. Justru malah sebaliknya,suhu yang sangat tinggi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman inang (Kurnianto,2009).

produksi yang akan didapatkan dari tanah yang semula kering tanpa pemberian mikoriza akan jauh berbeda dengan yang sudah diberi mikoriza (Anas, 1997). Karena fungsi dari mikoriza dapat menyerap unsur-unsur hara yang ada ditanah. Selain itu mikoriza juga dapat Meningkatkan jangkauan akar dengan dibantu oleh miselia Mikoriza Plus. Sehingga nutrisi yang tidak tersentuh oleh akar mampu di transfer oleh Mikoriza dan disalurkan ke akar tanaman. Sehingga dengan terpenuinya unsu-unsur hara yang diperlukan oleh tanah maka tingkat produktivitas akan pun akan naik dan hasil dari tanaman tersebut akan maksimum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1  KESIMPULAN

 

  1. Mikoriza dapat menyuburkan tanah karena mikoriza dapt menyerap unsu-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman seperti P, Ca, N, Cu, Mn, K, dan Mg.
  2. Cara kerja mikoriza untuk menyuburkan tanaman dengan cara menaburkan mikoriza pada lubang sebelum penanaman.
  3. Peningkatan produktivitas tanaman akan naik jika di berikan mikoriza pada tanah yang kering.

 

5.2 SARAN

 

  1. Sebaiknya para pemilik tanah yang berada di daerah tanah kering diberi mikoriza untuk menyuburkan tanah tersebut
  2. Sebaiknya cara pemberian mikoriza sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan tersebut
  3. Untuk meningkatkan hasil pproduksi sebeiknya lahan yang kering dikasih           mikoriza

 

 

 

 

 

BAB VI

PUSTAKA

 

Juin, Hasan Basri. 2002. Dasar-Dasar Agronomi. PT Raja Grafindo Persada:              Jakarta

Saleh, Hanisa Hasanudin. 2004. “Rencana Pemanfaatan Lahan Kering Untuk                                                                                                                                                                                       Pengembangan Usaha Peternakan Ruminasia dan Usaha Tani Terpadu Indonesia.”Skripsi

Hatta, Muhammad. 2012. “Efektivitas Mikoriza Pada Berbagai Jenis Tanaman Inang            dan Beberapa jenis Sumber Inokulum,” (Online), (http:// http://www.corn. Infectiveness. Kudzu. Mycorrhizae. Soybean. Leave a Comment/,diakses 28 Mei 2012).

Junaidi, Wawan. 2010. “Manfaat Tambahan dari Mikoriza”, (Online), (http://www. Manfaat Tambahan dari Mikoriza. Biologi. Media Pembelajaran/, diakses 23 Februari 2010).

Wulandari, Arysta. 2011. “Efek Penambahan Fungsi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Tanaman Leguminosa Merambat Dalam cekaman Kekeringan. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

 

Pramesti, Nindya Resha. 2012. “Pemanfaatan Jamur Mikoriza Bagi kesuburan   Tanah,”(Online), (http// www. Filed Under. Uncategori/, diakses 21 Oktober 2012).

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s