MANFAATKAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI TABUNGAN KELUARGA

PELUANG  AGRIBISNIS  PEKARANGAN  RUMAH SEBAGAI BUDIDAYA BUAH-BUAHAH

 

Strategi pengembangan tanaman buah-buahan yang ada di Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan melakukan perluasan lahan (Ektensifikasi), lalu dengan cara  peningkatan teknologi  (Intensifikasi), dan  dengan cara memperbanyak keanekaragaman usaha tani di Indoneia (Diversifikasi).  Salah satu pengembangan  buah-buahan  dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan.  Pekaranagan adalah sebidang tanah di sekitar  rumah yang mudah diusahakan secara sambilan (Rahmat Rukamana, 2008). Sehingga sudah seharusnya jika mempunyai lahan pekarangan dimanfaatkan.   Karena dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang kita miliki dapat meningkatkan pendapatan keluarga.  Menurut Rahmat Rukmana (2008) karakteristik lahan pekarangan adalah sebagi berikut.

  1. Meliputi arel yang sempit atau terbatas
  2. Berisi aneaka tanaman( campuran)
  3. Terletak dengan rumah
  4. Hasil yang diperoleh digunakan untuk keperluan sendiri  (untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari)
  5. Pada umumnya tidak memerlukan modal besar

Di pedesaan lahan pekarangan yang ada dekat rumah penduduk pada umumnya sudah termanfaatkan dengan baik. Karena sudah banyak yang digunaka untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung roda ekonomi  keluarganya, seperti digunakan untuk menanam buah, sayur-sayuran, tanaman obat keluarga, dan untuk membuka warung.  Akan tetapi  tanaman buah yang dibudidayakan oleh masyrakat di lahan pekarangan jika dilihat dari segi kualitas maupun kuantitas masih kurang, untuk itu perlu adanya pengembangan yang lebih baik untuk  meningkatkan mutu dan kualitas sehingga akan diterima pasar baik dalam negeri maupun lua negeri. Pengembangan-pengembangan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara menerapkan intensifikasi lahan pekarangan. Seperti pemilihan bibit unggul, kemudian dapat menerapkan kultur teknik yang disesuaikan dengan  kondisi tanah yang ada di lahan tersebut, lalu pengurangan jenis tanaman yang ada di lahan hal ini untuk menjaga  ketersediaan unsur hara, dan  melakukan penanganan panen dan pasca panen dengan tepat sehingga kondisi tanaman akan terjaga dengan baik.  Rahmat Rukmana (2008)  mengemukan manfaat dari penerapan teknologi  dari penerapan teknologi  yaitu sebagi berikkut ini.

  1. Memperbaiki produktifitas dan kualitas buah.
  2. Mengendalikan hama  dan penyakit secara terpadu tanpa menimbulkan damppak negatif terhadap lingkungan
  3. Memperbaiki penanganan pasca panen untuk mengurangi kehilangan hasil dan mengawetkan atau mengolah hasil
  4. Mengembalikan skala usaha kecil yang menguntungkan bagi petani

 

TANTANGAN TATA NIAGA PERTANIAN

TANTANGAN  TATANIAGA KOMODITAS PERTANIAN

Utomo, Rido’i, Imam Fausi

Abstrak

Teknik tataniaga harus diberikan kepada petani agar para petani dapat mengetaui teknik-teknik pemasaran.  Hal ini berkaiatan dengan semakin semakin sulitnya petani melakukan perdagangan komoditas yang dibudidayakan. Permasalah tataniaga dapat diatasi dengan cara membentuk lembaga-lembaga yang pertanian di desa-desa. Sehinggadengan adanya lembaga tersebut akan membantu para petani dalam menjual produknya, dan tidak akan menjual kepada para tengkulak. Strategi-strategi yang dapat meningkatkan  untuk meningkatkan harga jual  komoditas pertanian ditingkat petani yaitu denagan cara Pertama dengan cara memotong rantai pemasaran, karena dengan terputusnya rantai pemasaran akan menaikan harga ditingkat petani.  Kedua dengan memberikan informasi yang memadai tentang harga pasar kepada petani. Sampai hari ini masih banyak para petani di daerah terpencil yang minim pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisa pasar. Ketiga dengan menggunakan pengaturan pola budidaya agar komoditas pertanian tidak berbuah tergantung musim. Permasalan yang dihadapi oleh petani yaitu  sulitnya mendapatkan modal yang akan digunakan untuk membudidayakan pertanian. untuk mengatasinya dapat dibentuk koperasi-koperasi dan lembaga pertanaian yang lainnya.

Kata kunci: Tataniaga, lembaga pertanaian, harag komoditas pertanian.

PENDAHULUAN

Sampai hari ini para petani kabupaten malang masih disulitkan dengan beberapa permasalahan yang menghambat proses jalannya sistem tataniaga produk agrobisnis yang menjadi komoditasnya. Hal ini karena para petani belum menguasai ilmu tataniaga produk pertanian yang tepat. Dalam menjalankan sebuah usaha, peranan strategi tataniaga sangatlah penting untuk mendukung kesuksesan usaha yang kembangkan. Tak terkecuali dalam menekuni dunia agrobisnis. Para petani membutuhkan strategi-strategi jitu agar produk hasil panennya bisa laku dipasaran dengan harga yang cukup mahal dan berhasil menembus pasar nasional maupun internasional.

Meskipun pada dasarnya strategi tataniaga di bidang agrobisnis tidak jauh berbeda dengan cara tatniaga produk lainnya. Namun sampai hari ini para petani masih disulitkan dengan beberapa kendala yang menghambat jalannya sistem pemasaran produknya. Sehingga tidak heran bila sekarang ini pemasaran produk agrobisnis belum seluruhnya berjalan maksimal dan belum berhasil menembus ketatnya persaingan di pasar nasioanal maupun mancanegara. Selama ini para petani di Indonesia masih mengandalkan teknologi sederhana dalam mengembangkan produksinya. Hal ini tentu mempengaruhi komoditas panen yang dihasilkannya, karena produk pertanian yang juga bersifat musiman (belum stabil). Ketika panen raya tiba, stok barang melimpah ruah dan harga jualnya bisa anjlok dengan nilai yang sangat rendah. Sedangkan pada saat belum musim, ketersediaan barang menjadi sangat terbatas sehingga harga jualnya bisa melambung tinggi. Ketersediaan produk yang kurang stabil seperti ini menjadi salah satu kendala besar bagi para petani, sehingga mereka belum bisa memenuhi permintaan pasar  secara berkelanjutan.

Problem mendasar bagi mayoritas petani Indonesia adalah ketidaberdayaan dalam melaukukan negoisasi harga produksinya. Posis tawar petani pada saat ini umumnya lemah, hal ini merupakan salah satu kendala dalam usaha peningkatan pendapatan petani (Branson dan Douglas, 1983). Lemahnya posisi tawar petani pada umumnya disebabkan para petani kurang mendapatkan akses pasar dan informasi pasar.

Petani kesulitan menjual hasil komoditasnya karena tidak mempunyai jalur pemasaran sendiri. Sehingga para petani akan lebih memilih menjual langsung komoditasnya kepeda para tengkulak. Karena peningkatan produksi komoditas yang dikembangkan oleh petani tidak menjadi jaminan kesejahteraan para petani yang bergerak di bidang on farm (petani penggarap) dengan yang bergerak dibidang agribisnis hulu dan hilir, sehingga ada kesenjangan kesetaraan keda peteni tersebut.

Untuk mengatasi permasalan perlu melakukan upaya pengembangan , pemberdayaan, dan peguatan kelembagaan petani seperti (kelompok tani, lembaga tenaga kerja, kelembagaan penyedia input, kelembagaan output, kelembagaan penyuluh dan kelembagaan permodalan) sehingga diharapkan dapat melindungi bergaianing position petani (Wedy Nasrul, 2012). Oleh karene itu lembaga penyuluhan dan kelompok-kelompok petani harus tertuju untuk membangun kelelembagaan petani. Lembaga ini hanya dapat optimal apabila penumbuhan dan dan pengembangan dikendalikan sepenuhnya oleh petani sehingga petani harus menjadi objek dalam proses tersebut ( Jamal, 2008).

Rumusan Masalah

  1. Bagaiamakah cara mengatasi  permasalahan tataniaga pertanian di kota Malang?
  2. Bagaimana cara menaikan harga jual komoditas pertaian ditingkat petani penggarap lahan kabupaten Malang?
  3. Untuk mengetahui cara-cara mengatasi permasalahan tataniaga pertaian kabupaten Malang.
  4. Untuk menunjukan cara menaiakan posisi tawar harga ditingkat petani penggrap lahan di kota Malang,

Tujuan

PEMBAHASAN

Promosi produk pertanaian harus diajarkan kepada petani, terutama petani kecil. Karena dengan adanya promosi produk, dapat membantu para petani untuk menginformasikan hasil produksinya kepada pangsa pasar. Selain itu promosi produk juga membantu para petani untuk meningkatkan angka penjualan komoditas guna meraih yang mereka targetkan. Untuk itu perlu adanya stategi-strategi khusus yang harus dilakukan oleh petani.

Pertama dengan cara memotong rantai pemasaran, karena dengan terputusnya rantai pemasaran akan menaikan harga ditingkat petani. Karena dengan panjangnya rantai pemasaran justru akan memperbesar biaya oprasional dan memotong keuntungan yang seharusnya diterima oleh petani. Kemudian jika semakin banyak jumlah perantara yaang akan dilalui sebuah produk komoditas pertanian maka semakin kecil pula harga ditingkat petani on farm.

Kedua dengan memberikan informasi yang memadai tentang harga pasar kepada petani. Sampai hari ini masih banyak para petani di daerah terpencil yang minim pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisa pasar. Bahkan sebagian dari mereka belum mendapatkan informasi mengenai calon konsumen yang potensial. Sehingga tidak heran bila sekarang ini banyak petani yang masih kebingungan untuk memasarkan produk hasil panennya. Sehingga para petani on farm akan memilih menjual kepada tengkualk secara langsung dengan harga yang tidak terlalu tinggi.

Ketiga dengan menggunakan pengaturan pola budidaya agar komoditas pertanian tidak berbuah tergantung musim. Karena selama ini para petani di kabupaten Malang masih menggunakan  teknologi sederhana dalam mengembangkan produksinya. Hal ini tentu mempengaruhi komoditas panen yang dihasilkan, sehingga persediaan barang juga bersifat musiman (belum stabil),dan cepat rusak in Ketika panen raya tiba, stok barang melimpah dan harga jualnya bisa anjlok dengan nilai yang sangat rendah. Sedangkan pada saat belum musim, ketersediaan barang menjadi sangat terbatas sehingga harga jualnya bisa melambung tinggi. Ketersediaan produk yang kurang stabil seperti ini menjadi salah satu kendala besar bagi para pelaku usaha.

Kemudian permasalah yang dihadapi petani yang lain yaitu masalah permodalan. Akibat dari kurangnya permodalan akan berpengaruh terhadap pengguanan sarana produksi rendah (saprodi), Sehingga infesiensi skala usaha rendah.  Kemudian umumnya budaya yang dilakukan petani desa masih melakukan praktek pertanian yang berorentiasi pada pemenuhan kebutuhan keluarga dan belum berorentiasi pada pasar. Selain masalah internal tersebut, masalah ekternal seperti infrastruktur, lembaga ekonomo pedesaan, intensitas penyuluhan perlu dikembangkan. Kemudaian peran dan kebijakan pemerintah juga sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran tataniaga komoditas pertanian. Karena dengan adanya campur tangan pemerintah akan mendorong usahatani dan meningkatkan akses petani terhadap pasar.

Peningkatan harga harga jual komoditas pertaian ditingkat petani penggarap lahan kabupaten Malang perlu dilakukan, sehingga kesenjangan dan tingkat kerugian petani on farm dapat dihindarkan. Cara itu meliputi:

  1. Konsololidasi petani dalam satu wadah untuk meyatukan gerak ekonomi dalam setiap rantai pertanian. Konsolidasi tersebut dapat dilakukan dengan kolektifitas semua rantai pertanian, seperti kolektifitas modal, kolektifitas produksi dan kolektifitas pemasaran (Akhmad, 2010).
  2. Membentuk lembaga-lembaga yang menangani masalah pertanian, seperti GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) dan Koperasi Usaha Tani. Dengan adanya kelompok-kelompok tani tersebut diharapkan dapat memutusnya rantai pemasaran. Dan dapat memperkuat petani dalam sisi permodalan, karena para petani taidak perlu meminjam pada rentenir.
    1. Pembutan logo dalam komoditas yang dihasilakan. Dengan terbentukya lembaga-lembaga pertanian dapat dilakukan dengan membuat logo sebagai ciri khas produk tersebut. Pentingnya logo dalam pemasaran produk dapat dirasakan oleh petani. Bagi mereka, logo menjadi salah satu alat promosi untuk mengenalkan brand produk kepada konsumen. Sehingga dari ciri khas bentuk dan gambar yang ada, konsumen bisa membedakan suatu produk dengan produk lainnya.
    2. Mengolah lahan mentah menjadi bahan masak. Teknik selain dapat menaikan harga jual, dapat pula untuk menghemat tempat penyimpanan.karena yang seperti kita ketahui, bahwa komoditas pertanian bersifat volumeris. Sehigga dengan adanya pengubahan bentuk akan lebih efisien dalam penyimpanan. Contohnya,  jahe jika disimpan dalam bentuk semula akan cepat rusak dan tempat penyimpanan akan membutuhkan yang luas. Tetapi jika jahe tersebut disimpan dalam bentuk bubuk akan lebih efisien dan awet.

  PENUTUP

        Simpulan

Promosi produk perlu diajarkan kepada para petani agar dapat menganalisis pasar. Kemudaian untuk mengtasi permasalahan dalam tataniaga komoditas pertanian hal yang harus dilakukan yaitu pemotongan sitem rantai pemasaran, kemudian dengan memberikan informasi-informasi mengenai harga pasar kepada petani, dan yang terakhir dengan melakukan pola tanam agar komoditas pertanaian tidak tergantung musim.

Kemudian untuk menaikan harga petani ditingkat petani dapat dilkukan dengan cara konsolidasi antar petani, membentuk lembaga-lembaga pertanian yang dapat membantu permasalahan yang dialami oleh petani, lalu dengan membuat logo dalam komoditas yang akan dipasarkan, denagan adanaya logo akan menaiakn harga tersebut, yang terakhir yaitu dengan merubah komoditas pertanian menjadi barang masak.

       Saran

Keberhasilan tataniaga pertanian akan terwujud jika peran dan dukungan dari petani juga ada. Selain dari para petani, peran serta pemerintah dalam pengembangan kelembagaan kedepan masih diperlukan. Namu campur tangan pemerintah tidak bersifat koersif, tetapi lebih bersifat menfalisitasi saja. Hal ini bertujuan untuk melatih para petani agar bersifat mandiri.

Daftar Pustaka

Jumin, Hasan Basri. 2005. Dasar-Dasar Agronomi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kartasapoetra. 1992. Marketing Produk Pertanian dan Industri. Jakarta: Rineka Cipta.

Jafar Hafsah, M. 2002. Bisnis Gula di Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Nugrayasa, Oktavio.  ”Lima Masalah Yang Membelit Pembangunan Pertanian di Indonesia”. (Online), Vol. 7, No.1-5 (http://www.seasite.niu.edu/trans/indonesian/Profil%2520Kota%25, diakses 18 september 2012).

Reijntjes, Coen,dkk. 1992. Pertanian Masa Depan. terjemajan oleh Bernadus Hidayat. 2011. Yogyakarta: Kanisius.

Syahyuti.  2004. “Pemerintah ,Pasar,dan Komunitas: Faktor Utama Pengembangan Agribisnis Dalam Pedesaan”. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.  22(1): 54-62.

PENGENALAN PUPUK

PENGENALAN PUPUK DAN CARA  PEMUPUKAN

Suatu pupuk meruapakan bahan yang memberikan zat hara bagi tanah dan tanaman. Pupuk dapat diberiakan pada tanah atau tanaman melalui akar maupun batang. Sedangkan pupuk yang lengkap yaitu pupuk yag mengandung unsur N, P, K, dan kompos. pupuk dapat merubah sifat fisik, kimia, dan biologi suatu tanaman, sehingga akan membantu pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.

Berdasarkan jenisnya, pupuk ada dua macam yaitu pupuk oragik dan pupuk anorganik. Pupuk oraganik yaitu pupuk yang diperoleh dari alam (dibuat sendiri). Sedangkan pupuk organik meerupakan pupuk yang dibeli dari pabrik dengan meramubahan kimia yang berkadar hara tinggi. Masing-masing pupuk tadi saling membantu sama lain dalam menyuburkan tanah dan tanaman. Karena tanaman tidak hanya membutuhkan unsur kimia saja, tetepi juga unsur oragik juga.

Untuk mendapatkan hasil produksi tanaman yang dibudidayakan perlu adanaya perawatan dan pemupukan yang sesuai dengan dosis yang tepat. Kemudia sebelum memberikan pada tanaman, pengguan harus mengetahui cara pengguanannya, agar tidak merusak tanaman.  Cara pemupukan tergantung dari jenis tanaman yang sedang dibudidayakan dan tempat budidaya. sedangakan cara pemberiannya meliputi; Pertama dengan cara ditabur atau disebar. Cara ini biasa digunakan untuk jenis pupuk yang berupa pupuk butiran serbuk. Caranya yaitu dengan menaburkan keseluruh lahan yang ditanami. Kedua yaitu dengan cara meletakkan diantara larikan atau barisan.Caranaya yaitu pupuk diletakkan diantara larikan, kemudian pupuk tersebut ditutup dengan tanah. Cara ini sangat cocok untuk teknik penanam sistem jajar legowo. Ketiga yaitu ditempat pada lubang.  Cara ini pupuk dibenamkan kedalam lubang yang dibuat disamping batang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.

Sedangkan prosedur kerja dalam pemupukan tanaman padi yaitu sebagai berikut

ü  Pada padi sawah, pupuk diberikan denganterlebih dahulu menutup saluaran air irigasi yang dialirkan lahan agar lahan menjadi kering.

ü  Setela itu beri pupuk dengan salah satu dari ketiga cara diatas.

ü  Tunggu beberapa hari, agar pupuk benar-benar meresap pada tanag dan akar, kemudian lahan dapat diairi kembali

MIKORIZA DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN

MAKALAH

TUGAS PENGANTAR AGRONOMI

MENGUBAH  TANAH  KERING  MENJADI  PRODUKTIF DENGAN  MEMBERIKAN MIKORIZA SECARA OPTIMAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama                   : Utomo

NRP                       :120321100106

Kelas                    : C            

Progam Studi  : Agribisnis  

 

PRODI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA

2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

 

Untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal diperlukan beberapa hal, salah satu hal yang paling pokok yaitu lahan tempat bercocok tanam harus subur. Pengolahan lahan atau tanah memerlukan pengelolaan yang tepat dan sejauh mungkin mencegah dan mengurangi kerusakan dan dapat menjamin kelestarian sumber daya alam tersebut untuk kepentingan generasi yang akan datang. Pada sistem lingkungan tanah, usaha-usaha yang perlu dikerjakan ialah rehabilitasi, pengawetan, perencanaan dan pendayagunaan tanah yang optimum (Soerianegara, 1977 ). Pegolahan lahan yang kurang bijaksana akan mengakibatkan tanah menjadi rusak dan kering. Sehingga lahan tersebu tidak dapat untuk budidaya tanaman.

Lalu bagimana jika lahan itu tandus?. Lahan tandus  atau kering dapat diubah dengan cara pemberian Mikoriza. Dengan cara memanfaatkan Mikoriza secara tepat, maka struktur tanah yang semula tandus akan menjadi subur. Kehadiran mikoriza penting bagi ketahanan suatu ekosistem, stabilitas tanaman dan pemeliharaan keragaman biologi. Peranan mikoriza dalam menjaga keragaman hayati dan ekosistem sekarang mulai dikenal, terutama sekali karena pengaruh mikoriza untuk mempertahankan keanekaragaman tumbuhan dan meningkatkan produktivitas (Moriera et al., 2007).

Fungsi Mikoriza bersifat simbiosis mutualisme dengan tanaman dan bersifat antagonis terhadap parasit. Selain itu Mikoriza juga dapat hidup bebas di rizofer. Selain itu,miloriza juga diketahui dapat mengkolonisasi hampir seluruh akar tanaman pertanian. Kemampuan asosiasi dengan berbagai jenis tanaman mencapai 90% (Gadkar dan Vijay. 2001). Peranan mikoriza sangat penting terutama dalam hal konservasi siklus nutrisi, membantu memperbaiki struktur tanah, transportasi karbon di sistem perakaran, mengatasi degradasi kesuburan tanah serta melindungi tanaman dari penyakit, juga sebagai agen fitoremediasi (Jeffries et al., 2003).

Sehingga dengan memberikan mikoriza secara optimal dapat memperbaiki struktur tanah yang semulanya kering akan menjadi subur. Selain dapat menyuburakan tanah, Mikoriza memiliki peranan bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Sehingga pertumbuhan tanaman dan produktivitas yang dihasilkannya pun dapat meningkat.

 

1.2  Rumusan Masalah

 

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumusakan masalah sebagai berikut.

  1. Apakah keberadaan mikoriza diperlukan ditanah kering?
  2. Bagaimana cara kerja Mikoriza dalam menyuburkan tanah kering?
  3. Adakah peningkatan hasil produksi tanaman yang berada di tanah kering setelah diberi Mikoriza?

1.3    Tujuan Penelitian

 

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:

  1. Memperoleh informasi tentang diperlukannya Mikoriza dalam menyuburakan tanah kering.
  2. Mengetahui cara kerja Mikoriza dalam menyuburkan tanah kering.
  3. Mendapatkan data dari peningkatan hasil produksi tanaman di tanah kering setelah tanah tersebut diberi  mikoriza.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Tanah atau lahan merupakan hal yang sangat berguna bagi masyarakat, karena semua aktifitas manusia dilakukan di lahan. Seperti tempat tinggal, berdagang, berternak, bertani dll. Secara ilmu tanah di Indonesia dikelompokan menjadi dua yaitu pertama lahan kering yang beriklim kering yang kebanyakan terdapat di indonesia bagian timur, lalu lahan kering yang beriklim basah yang kebanyakan terdapat di Indonesia bagian barat. Cukup banyak tipologi wilayah pengembangan lahan kering yang terdapat di dua kategori tersebut. Namun wilayah pengembangan lahan kering yang dominan di Indonesia diklasifikasikan berdasarkan potensi dan dominasi vegetasinya (Bamualim, 2004).

Pengaruh Cekaman Kekeringan pada Tanaman merupakan istilah untuk menyatakan bahwa tanaman mengalami kekurangan air akibat  keterbatasan air dari lingkungannya yaitu media tanam. Cekaman air pada tanaman terjadi karena ketersediaan air dalam media tidak cukup dan transpirasi yang berlebihan (Islami dan Utomo, 1995). Cekaman kekeringan ini dapat terjadi pleh beberapa hal yaitu pertama kekurangan suplai air di daerah perakaran, dan yang kedua permintaan air

yang berlebihan oleh daun akibat laju evapotranspirasi melebihi laju absorbsi air oleh akar tanaman, walaupun keadaan air tanah tersedia cukup.

kekeringan sanagt merugiakan dalam bidang pertanian, karena dapat mempengarui pertumbuahan dan produksi tanaman. Cekaman kekeringan pada tanaman dapat menyebabkan penurunan laju perkecambahan benih, menghambat penyerapan air,hara dan translokasi fotosintat, serta menurunkan laju transpirasi dan fotosintesis (Harjadi dan Yahya, 1988). Cekaman kekeringan menyebabkan penurunan luas daun, hal ini karena berkurangnya suplai air yang menyebabkan penurunan turgor pada sel daun sehingga stomata tertutup yang menyebabkan menurunnya proses fotosintesis (Karti, 2004).

Untuk  mengatasi cekaman kekeringan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan Mikoriza. Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Prinsip kerja dari mikoriza ini adalah menginfeksi sistem perakaran tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang mengandung mikoriza tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas dalam penyerapan unsur hara (Iskandar,2002).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

Mikoriza sangat diperlukan untuk mengubah lahan yang semula tandus atau kering menjadi lahan subur. Karena dengan adanya mikoriza dapat menyerap unsur hara. Mikoriza dapat meningkatkan penyerapan unsur hara oleh akar karena dibantu oleh miselium jamur mikoriza eksternal dengan cara  memperluas area permukaan penyerapan akar (Fakura,1998).  Miselium mikoriza dapat masuk dalam celah/ pori di tanah yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dimasuki oleh bulu-bulu akar tanaman. Unsu- unsur yang diserap antara lain P, Ca, N, Cu, Mn, K, dan Mg ( Maspari, 2012). Untuk mendapatkan unsur tersebut antara mikoriza dan tanaman melakukan kerjasama dengan cara tanaman memberikan sisa karbohidrat dan gula yang tidak terpakai kepada mikoriza, dan mikoriza akan memberikan unsur-unsur P, Ca, N, Cu, Mn, K dan Mg yang diperlukan oleh tanaman. Sehingga dengan terpenuhinya unsur hara tersebut, maka pertumbuhan tanaman akan lebih baik

Mikoriza yang tepat dan benar akan mengganti dari  sebagian kebutuhan pupuk yang diperlukan oleh tanaman. Sebagai contoh mikoriza dapat menggantikan kira-kira 50% dari kebutuhan pupuk fosfor, 40% kebutuha pupuk nitrogen, dan 25% kebutuhan pupuk kalium((Dela cruz, 1981). Selein itu penggunaan mikoriza tidak ada efek samping yang merugikan terhada tanah, karena pada prinsipnya mikoriza ramah lingkungan. Bila mikoriza jenis tertentu telah berkembang dengan baik disuatu lahah atau tanah kering, maka manfaatnya akan diperoleh untuk selamanya. Selain itu mikoriza juga membantu tanaman dalam proses beradaptasi terhadap pH yang rendah. Demikian pula vigor tanaman bermikoriza yang baru dipindahkan dari persemaian ke lapang akan lebih baik dari yang tanpa pemberian mikoriza.

Sedangakan cara kerja mikoriza dalam proses penyuburan tanah kering dapat dengan cara memberikan pupuk mikoriza. Pupuk mikoriza umumnya berupa spora dan potongan akar yang terinfeksi jamur yang dicampur dengan zeolit sebagai media pembawa. Penggunaan mikoriza lebih efektif digunakan pada saat tanaman masih di persemaian, hal itu karena akar-akar tanaman belum mengalami penebalan. Sehingga peluang mikoriza akan lebih mudah masuk dalam sistem akar tanaman.

Cara pemberian mikoriza dapat dilakukan  dengan cara menaburkannya pada lubang yang dibuat sebelum penanaman, kemudian dapat juga dilakukan dengan menempelkan pupuk/akar yang sudah terinfeksi pada akar tanaman muda atau dapat mencampur mikoriza pada tanah untuk pembibitan tanaman. Karena mikoriza merupakan mahluk hidup maka sejak berasosiasi dengan akar tanaman akan terus berkembang dan selama itu pula berfungsi membantu tanaman dalam peningkatan penyerapan unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tersebut sampai dewasa (Novriani dan Madjid, 2011).

Kondisi lingkungan tanah yang cocok untuk perkecambahan biji akan mendukung dalam proses perkecambahan spora mikoriza. Jamur mikoriza mempenetrasi epidermis akar melalui tekanan mekanis dan aktivitas enzim yang  selanjutnya akan tumbuh menuju korteks. Sedangkan pertumbuhan mikoriza melalui ekternal. Pertumbuhan mikoriza secara eksternal terjadi jika hifa internal tumbuh dari korteks melalui epidermis. Pertumbuhan hifa secara eksternal tersebut terus berlangsung sampai tidak memungkinkan terjadi pertumbuhan lagi.

Bagi jamur mikoriza, hifa eksternal berfungsi mendukung fungsi reproduksi dan berguna untuk transportasi karbon dan unsur hara lainnya ke dalam spora (Haryantini dan Santoso, 2001). Mikoriza selain dari segi fisik dengan adanya hifa eksternal mikoriza juga banyak mengandung logam berat, dan daerah tambang memberikan harapan tersendiri untuk digunakan pada proyek rehabilitasi/reklamasi daerah bekas tambang. Bahkan ada mikoroza yang menginfeksi tanaman yang tumbuh di dalam air Sedangkan Suhu yang relatif tinggi dapat meningkatkan aktivitas mikoriza (Rahmawati, 2003).

Pada daerah tropika basah seperti Indonesia, hal ini sangat menguntungkan. Suhu    optimum untuk perkecambahan spora sangat beragam tergantung jenisnya. Pada umumnya infeksi oleh jamur mikoriza akan meningkat dengan naiknya suhu lingkungan. Suhu yang tinggi pada siang hari lebih kurang 35°C tidak akan menghambat perkembangan dan aktivitas fisiologis dari  jamur mikoriza. Peran mikoriza hanya akan  menurun pada suhu di atas 40°C. Jadi, suhu bukan merupakan faktor pembatas utama dari aktivitas perkecambahan mikoriza. Justru malah sebaliknya,suhu yang sangat tinggi akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman inang (Kurnianto,2009).

produksi yang akan didapatkan dari tanah yang semula kering tanpa pemberian mikoriza akan jauh berbeda dengan yang sudah diberi mikoriza (Anas, 1997). Karena fungsi dari mikoriza dapat menyerap unsur-unsur hara yang ada ditanah. Selain itu mikoriza juga dapat Meningkatkan jangkauan akar dengan dibantu oleh miselia Mikoriza Plus. Sehingga nutrisi yang tidak tersentuh oleh akar mampu di transfer oleh Mikoriza dan disalurkan ke akar tanaman. Sehingga dengan terpenuinya unsu-unsur hara yang diperlukan oleh tanah maka tingkat produktivitas akan pun akan naik dan hasil dari tanaman tersebut akan maksimum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1  KESIMPULAN

 

  1. Mikoriza dapat menyuburkan tanah karena mikoriza dapt menyerap unsu-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman seperti P, Ca, N, Cu, Mn, K, dan Mg.
  2. Cara kerja mikoriza untuk menyuburkan tanaman dengan cara menaburkan mikoriza pada lubang sebelum penanaman.
  3. Peningkatan produktivitas tanaman akan naik jika di berikan mikoriza pada tanah yang kering.

 

5.2 SARAN

 

  1. Sebaiknya para pemilik tanah yang berada di daerah tanah kering diberi mikoriza untuk menyuburkan tanah tersebut
  2. Sebaiknya cara pemberian mikoriza sesuai dengan kondisi tanah dan lingkungan tersebut
  3. Untuk meningkatkan hasil pproduksi sebeiknya lahan yang kering dikasih           mikoriza

 

 

 

 

 

BAB VI

PUSTAKA

 

Juin, Hasan Basri. 2002. Dasar-Dasar Agronomi. PT Raja Grafindo Persada:              Jakarta

Saleh, Hanisa Hasanudin. 2004. “Rencana Pemanfaatan Lahan Kering Untuk                                                                                                                                                                                       Pengembangan Usaha Peternakan Ruminasia dan Usaha Tani Terpadu Indonesia.”Skripsi

Hatta, Muhammad. 2012. “Efektivitas Mikoriza Pada Berbagai Jenis Tanaman Inang            dan Beberapa jenis Sumber Inokulum,” (Online), (http:// http://www.corn. Infectiveness. Kudzu. Mycorrhizae. Soybean. Leave a Comment/,diakses 28 Mei 2012).

Junaidi, Wawan. 2010. “Manfaat Tambahan dari Mikoriza”, (Online), (http://www. Manfaat Tambahan dari Mikoriza. Biologi. Media Pembelajaran/, diakses 23 Februari 2010).

Wulandari, Arysta. 2011. “Efek Penambahan Fungsi Mikoriza Arbuskula (FMA) Pada Tanaman Leguminosa Merambat Dalam cekaman Kekeringan. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

 

Pramesti, Nindya Resha. 2012. “Pemanfaatan Jamur Mikoriza Bagi kesuburan   Tanah,”(Online), (http// www. Filed Under. Uncategori/, diakses 21 Oktober 2012).

 

 

 

 

Maksimalkan Lahan Tidur

MENJAGA KETAHANAN PANGAN DENGAN MEMANFAATKAN LAHAN TIDUR SECARA MAKSIMAL

NAMA  : Utomo

NRP      : 120321100106

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ketahanan pangan di Indonesia dapat dilakukan dengan usaha meningkatkan produktivitas tananaman pertanian. Uasaha ini dapat dilakukan dengan cara Intensifikasi maupun Ekstensifikasi. Salah satu cara Ektensifikasi tidak harus dengan melakukan pembukaan lahan baru. Tetapi bisa dengan memanfaatkan lahar tidur yang ada disekitar kita. Lahan tidur diidentifikasikan sebagai bagian dari proses perkembangan kota yang mempunyai sifat dinamis, akan tetapi keberadaannya tidak memberikan sumbangan positif bagi pembentukan lingkungan sekeliling (Trancik, 2001). Lahan tidur adalah lahan yang memiliki dasar penguasaan, dapat berupa lahan terbangun maupun tidak terbangun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menguasai sesuai dengan sifat dan tujuan penguasaannya atau rencana tata ruang yang berlaku (Ariastita,2008).

Dari uraian tokoh diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Lahan tidur diibaratkan sebagai lahan tambang yang belum tersentuh tangan manusia. Karena kebanyakan lahan tidur hanya ditumbuhi semak-semak belukar dan rumput liar. Sehingga sangat disayangkan apabila lahan yang dapat menghasilkan produk pertanian itu hanya dibiarkan saja  Dengan mengolah secara terpadu, lahan tidur dapat ditanami tanaman pangan yang berkualitas tinggi. Produk ini dapat memenuhi pangan dalam negeri. Sehingga impor produk pertanian tidak seharusnyaperlu. Karena dengan memanfaatkan lahan tidur petani dapat meningkatkan hasil pertanian yang dikelolanya. Karena peningkatan hasil pertanian terletak pada petani bukan Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati maupun pejabat-pejabat Negara, tetapi keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian terletak pada petani ( Dr. Rusman Heriawan. Wakil Menterin Pertanian ).

Sehingga dengan demikian yang memegang kendali peningkatan pertanian terletak sepenuhnya pada para petani. Sehingga perlu kesadaran petani untuk mengembangkan lahan-lahan tidur. Lahan-lahan tidur tidak hanya terletak pada desa-desa saja. Lahan kosong ini biasanya terdapat di tepi jalan tol maupun di dekat bangunan besar maupun di tengah-tengah kota. Dan biasanya lahan tidur ini milik pemerintah yang hanya dibiarkan begitu saja.  Sehingga dengan memanfaatkan lahan tersebut akan menghasilkan rupiah. Dan mempertahankan ketahanan pangan di Indonesia.

Rumusan Masalah

1.Bagaimana kriteria lahan tidur yang baik untuk diolah?

2.Bagaimana cara mempersiapkan lahan tidur sebelum dilakukan proses pengolahan?

3.Tanaman-tanaman apa sajakah yang cocok dibudidayakan di tanah lahan tidur?

Pembahasan

Dalam memilih lahan yang akan diolah. Terdapat kriteria yang harus dipersipakan agar hasil yang didapatkan akan maksimal. Kemudian biaya yang dihasilakan pun tidak terlalu membengkak. Adapun kriteria lahan tidur yang bagus untuk dikembangkkan antara lain :

A)    Lahan Tidak Terlalalu Miring

Lahan tidur yang akan diolah sebaiknya tidak miring lebih dari 80 , karena dalam pengolahannya memerlukan pembuatan teras terlebih dahulu. Sehingga selain waktu yang terlalu lama dalam pengolahannya juga biaya yang di keluarkan juga tak sedikit. Karena dalam pengembangan Agribisnis harus memperhatikan perbandingan waktu dan biaya dalam pengelolahan. Sehingga dengan memilih lahan yang tidak terlalu miring pendapatan yang akan dihasilkan pun tinggi. Sehingga pengolalahan lahan tidur bisa dilanjutkan.

B)    Tanahnya Gembur dan Subur

Pemilihan lahan tidur bukan hanya lahan yang kosong saja, tetapi tingkat kesuburan tanah dan jenis tanah perlu diperhatikan. Lahan yang tandus dan bercdas sebaiknya dihindari, karena produktifitas yang akan dihasilkan tidak akan maksimal tetapi biaya pengoprasiolannya memakan biaya terlalu mahal. Sedangkan untuk mengenali tanah subur cukup mudah, salah satu ciri jika tanah itu subur biasanya pada lahan tersebut banyak ditumbuhi tanaman-tanaman liar. Selain itu juga dapat dilakukan denga mengukur pH tanah dengan menggunakan analisis kertas lakmus. Untuk tanah yang baik pH tanah berkisar antar 6,8-7,2, atau disebut dengan pH tanah netral.

C)    Lahan Tidak Menjadi Langganan Banjir

Untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari gagal panen, sebaiknya lahan tidur yang akan digunakan tidak terdapat pada daerah yang menjadi langganan banjir. Lahan yang sering terkena banjir biasanya sulit untuk menghasilkan produktivitas tinggi. Selain itu pada waktu musim tanam terkena banjir akan merugikan yang tidak sedikit. Sehingga bukan keuntungan yang didapatkan melain kan kerugian. Karena jika tidak, misalkan saja pada waktu menjelang panen tiba-tiba lahan tersebut terkena banjir. Sehingga dalam pemilihan laahan tidur sebaiknya dilihat  dari sejarah daerah tersebut, apakah menjadi langganan banjir atau tidak.

Kemudian dalam tahap penyiapan lahan, ada tiga cara yang perlu dipersipkan untuk    lahan tidur yang produktif. Jika tiga unsur tersebut tidak dipenuhi maka tingkat kesuburan  tanah tidak akan baik. Tahap tersebut meliputi :

A)    Membersihkan Lahan

Lahan tidur baiasanya ditumbuhi semak-semak belukar, hal ini karena lahan tersebut tidak pernah dirawat. Sehingga sebelum memulai tanam yang pertama kalinya perlu dilakukan pembersihan lahan. Pembersihan dapat dilaukukan dengan cara manual maupun dengan cara kimiawi. Hal itu tergantung dari kondisi tanah tersebut. Apakah hanya memerlukan secara manual atau juga memerlukan secara kimiawi.

B)    Mengolah Lahan

Memulai usaha pertanian selalau diawali dengan adanya campur tangan manusia terhadap lahan untuk memperoleh hasil maksimal. Untuk memperoleh hasil tersebut dapat melakukan menggemburkan tanah yang ada dilahan tidur tersebut. Penggemburan tanah akan memudahkan kontak benih dengan tanah. Selain itu sifat-sifat fisis, kimia, dan biologis tanah akan menjadi subur jika dilakukan dengan penggemburan tanah yang baik. Hal ini karena terpecahnya agregat tanah menjadi halus. Sehingga udara dan air akan mudah masuk kedalam struktur tanah. Selain itu penggemburn tanah yang baik akan mengurangi gas beracun dalam tanah seperti Asam fluida.

Sedangkan cara pengelolahan tanah pada lahan tidur dapat dilakukan dengan cara membajak maupun mencangkul. Membajak tanah sebaiknya dilakukan hanya sedalam 20-30Cm, kemudian gumpalan-gumpalan tanah tersebut dihancurkan dan diratakan. Hal ini akan mengakibatkan tanah menjadi gembur dan halus. Sehingga akar-akar benih tanaman yang ditanam akan lebih mudah menembus tanah struktur tanah. Kemudian jika tanah bersifat asam dapat dinetralkan dengan cara member kapur pertanian yang akan di berikan 10-15 hari sebelum proses penanaman.

C)    Menata Lahan

Setelah pengolahan tanah selesai, langkah berikutnya dengan cara penataan lahan, seperti dibuatkan saluran air dan bedengan. Pembuatan saluran ini ditujukan untuk lahan-lahan yang mudah tergenang ketika musim penghujan. Saluran ini berfungsi sebagai saluran drainase untuk mencegah terjadinya penggenangan dan menahan terjadinya erosi. Pembutan saluran dilakukan saat akan melakukan penanaman yang pertama. Untuk pertanaman berikutnya keberadaan saluran tersebut tetap dipertahankan.

Kemudian tanaman-tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di lahan tidur adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang terlalu banyak. Hal ini dikarenakan lahan tidur biasanya hanya mengandalkan air dari hujan atau dapat disebut dengan teknik system tadah hujan. Oleh karena itu lahan tidur biasanya ditanami tanaman yang tahan terhadap daerah yang kering. Tanaman tersebut meliputi Kedelai, Jagung, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Singkong, Ubi Jalar, dan Padi Gogo. Dari tanaman tersebut seperti jagung, singkong, ubi jalar dapat menjadi alternative pengganti beras sebagai makanan pokok. Kemudian tanaman padi gogo bisa membantu ketersediaan beras yang ada di Indonesia. Lalu tanaman yang lainnya merupakan tanaman yang berkualitas tinggi dan harga jual yang masih menjanjikan.

Penutup

Lahan tidur adalahan terbangun maupun tidak terbangun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menguasai sesuai dengan sifat dan tujuan penguasaannya atau rencana tata ruang yang berlaku. Sehingga sangat disayangkan jika hanya dibiarkan begitu saja. Karena selain dapat menjaga ketahanan pangan juga dapat menjadi alternative peningkatan  pengnghasilan petani. Sedangkan criteria lahan tidur yang baik meliputi Lahan tidak terlalu miring, kemudian tanahnya gembur dan subur, dan lahan tiak pernah dilanda banjir. Selanjutnya tahap dalam penyiapan lahan ada tiga yaitu membersihkan lahan, mengolah tanah, dan menata lahan. Kemudian tanaman-tanaman yang cocok untuk lahan tidur adalah kedelai, jagung, kacang tanah, kacang hijau, singkong, ubi jalar, dan padi gogo.

Daftar Pustaka

Najiyanti, Sri dan Danarti.1999. Pemanfaatan lahan tidur untuk tanaman pangan.   Jakarta:Penebar Swadaya.

Nasir, M. (2010). Mengais Rezeki di Lahan Tidur. Diambil 18 Oktober 2012 dari http:// www.tnol.co.id/…/5850.m_nasir_mengais_rezeki_di_lahan_tidur. html

Basri Jumin, Hasan. 2008. Dasar-dasar Agronomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Jaya