Maksimalkan Lahan Tidur

MENJAGA KETAHANAN PANGAN DENGAN MEMANFAATKAN LAHAN TIDUR SECARA MAKSIMAL

NAMA  : Utomo

NRP      : 120321100106

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ketahanan pangan di Indonesia dapat dilakukan dengan usaha meningkatkan produktivitas tananaman pertanian. Uasaha ini dapat dilakukan dengan cara Intensifikasi maupun Ekstensifikasi. Salah satu cara Ektensifikasi tidak harus dengan melakukan pembukaan lahan baru. Tetapi bisa dengan memanfaatkan lahar tidur yang ada disekitar kita. Lahan tidur diidentifikasikan sebagai bagian dari proses perkembangan kota yang mempunyai sifat dinamis, akan tetapi keberadaannya tidak memberikan sumbangan positif bagi pembentukan lingkungan sekeliling (Trancik, 2001). Lahan tidur adalah lahan yang memiliki dasar penguasaan, dapat berupa lahan terbangun maupun tidak terbangun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menguasai sesuai dengan sifat dan tujuan penguasaannya atau rencana tata ruang yang berlaku (Ariastita,2008).

Dari uraian tokoh diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Lahan tidur diibaratkan sebagai lahan tambang yang belum tersentuh tangan manusia. Karena kebanyakan lahan tidur hanya ditumbuhi semak-semak belukar dan rumput liar. Sehingga sangat disayangkan apabila lahan yang dapat menghasilkan produk pertanian itu hanya dibiarkan saja  Dengan mengolah secara terpadu, lahan tidur dapat ditanami tanaman pangan yang berkualitas tinggi. Produk ini dapat memenuhi pangan dalam negeri. Sehingga impor produk pertanian tidak seharusnyaperlu. Karena dengan memanfaatkan lahan tidur petani dapat meningkatkan hasil pertanian yang dikelolanya. Karena peningkatan hasil pertanian terletak pada petani bukan Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati maupun pejabat-pejabat Negara, tetapi keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian terletak pada petani ( Dr. Rusman Heriawan. Wakil Menterin Pertanian ).

Sehingga dengan demikian yang memegang kendali peningkatan pertanian terletak sepenuhnya pada para petani. Sehingga perlu kesadaran petani untuk mengembangkan lahan-lahan tidur. Lahan-lahan tidur tidak hanya terletak pada desa-desa saja. Lahan kosong ini biasanya terdapat di tepi jalan tol maupun di dekat bangunan besar maupun di tengah-tengah kota. Dan biasanya lahan tidur ini milik pemerintah yang hanya dibiarkan begitu saja.  Sehingga dengan memanfaatkan lahan tersebut akan menghasilkan rupiah. Dan mempertahankan ketahanan pangan di Indonesia.

Rumusan Masalah

1.Bagaimana kriteria lahan tidur yang baik untuk diolah?

2.Bagaimana cara mempersiapkan lahan tidur sebelum dilakukan proses pengolahan?

3.Tanaman-tanaman apa sajakah yang cocok dibudidayakan di tanah lahan tidur?

Pembahasan

Dalam memilih lahan yang akan diolah. Terdapat kriteria yang harus dipersipakan agar hasil yang didapatkan akan maksimal. Kemudian biaya yang dihasilakan pun tidak terlalu membengkak. Adapun kriteria lahan tidur yang bagus untuk dikembangkkan antara lain :

A)    Lahan Tidak Terlalalu Miring

Lahan tidur yang akan diolah sebaiknya tidak miring lebih dari 80 , karena dalam pengolahannya memerlukan pembuatan teras terlebih dahulu. Sehingga selain waktu yang terlalu lama dalam pengolahannya juga biaya yang di keluarkan juga tak sedikit. Karena dalam pengembangan Agribisnis harus memperhatikan perbandingan waktu dan biaya dalam pengelolahan. Sehingga dengan memilih lahan yang tidak terlalu miring pendapatan yang akan dihasilkan pun tinggi. Sehingga pengolalahan lahan tidur bisa dilanjutkan.

B)    Tanahnya Gembur dan Subur

Pemilihan lahan tidur bukan hanya lahan yang kosong saja, tetapi tingkat kesuburan tanah dan jenis tanah perlu diperhatikan. Lahan yang tandus dan bercdas sebaiknya dihindari, karena produktifitas yang akan dihasilkan tidak akan maksimal tetapi biaya pengoprasiolannya memakan biaya terlalu mahal. Sedangkan untuk mengenali tanah subur cukup mudah, salah satu ciri jika tanah itu subur biasanya pada lahan tersebut banyak ditumbuhi tanaman-tanaman liar. Selain itu juga dapat dilakukan denga mengukur pH tanah dengan menggunakan analisis kertas lakmus. Untuk tanah yang baik pH tanah berkisar antar 6,8-7,2, atau disebut dengan pH tanah netral.

C)    Lahan Tidak Menjadi Langganan Banjir

Untuk memaksimalkan keuntungan dan menghindari gagal panen, sebaiknya lahan tidur yang akan digunakan tidak terdapat pada daerah yang menjadi langganan banjir. Lahan yang sering terkena banjir biasanya sulit untuk menghasilkan produktivitas tinggi. Selain itu pada waktu musim tanam terkena banjir akan merugikan yang tidak sedikit. Sehingga bukan keuntungan yang didapatkan melain kan kerugian. Karena jika tidak, misalkan saja pada waktu menjelang panen tiba-tiba lahan tersebut terkena banjir. Sehingga dalam pemilihan laahan tidur sebaiknya dilihat  dari sejarah daerah tersebut, apakah menjadi langganan banjir atau tidak.

Kemudian dalam tahap penyiapan lahan, ada tiga cara yang perlu dipersipkan untuk    lahan tidur yang produktif. Jika tiga unsur tersebut tidak dipenuhi maka tingkat kesuburan  tanah tidak akan baik. Tahap tersebut meliputi :

A)    Membersihkan Lahan

Lahan tidur baiasanya ditumbuhi semak-semak belukar, hal ini karena lahan tersebut tidak pernah dirawat. Sehingga sebelum memulai tanam yang pertama kalinya perlu dilakukan pembersihan lahan. Pembersihan dapat dilaukukan dengan cara manual maupun dengan cara kimiawi. Hal itu tergantung dari kondisi tanah tersebut. Apakah hanya memerlukan secara manual atau juga memerlukan secara kimiawi.

B)    Mengolah Lahan

Memulai usaha pertanian selalau diawali dengan adanya campur tangan manusia terhadap lahan untuk memperoleh hasil maksimal. Untuk memperoleh hasil tersebut dapat melakukan menggemburkan tanah yang ada dilahan tidur tersebut. Penggemburan tanah akan memudahkan kontak benih dengan tanah. Selain itu sifat-sifat fisis, kimia, dan biologis tanah akan menjadi subur jika dilakukan dengan penggemburan tanah yang baik. Hal ini karena terpecahnya agregat tanah menjadi halus. Sehingga udara dan air akan mudah masuk kedalam struktur tanah. Selain itu penggemburn tanah yang baik akan mengurangi gas beracun dalam tanah seperti Asam fluida.

Sedangkan cara pengelolahan tanah pada lahan tidur dapat dilakukan dengan cara membajak maupun mencangkul. Membajak tanah sebaiknya dilakukan hanya sedalam 20-30Cm, kemudian gumpalan-gumpalan tanah tersebut dihancurkan dan diratakan. Hal ini akan mengakibatkan tanah menjadi gembur dan halus. Sehingga akar-akar benih tanaman yang ditanam akan lebih mudah menembus tanah struktur tanah. Kemudian jika tanah bersifat asam dapat dinetralkan dengan cara member kapur pertanian yang akan di berikan 10-15 hari sebelum proses penanaman.

C)    Menata Lahan

Setelah pengolahan tanah selesai, langkah berikutnya dengan cara penataan lahan, seperti dibuatkan saluran air dan bedengan. Pembuatan saluran ini ditujukan untuk lahan-lahan yang mudah tergenang ketika musim penghujan. Saluran ini berfungsi sebagai saluran drainase untuk mencegah terjadinya penggenangan dan menahan terjadinya erosi. Pembutan saluran dilakukan saat akan melakukan penanaman yang pertama. Untuk pertanaman berikutnya keberadaan saluran tersebut tetap dipertahankan.

Kemudian tanaman-tanaman yang cocok untuk dibudidayakan di lahan tidur adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang terlalu banyak. Hal ini dikarenakan lahan tidur biasanya hanya mengandalkan air dari hujan atau dapat disebut dengan teknik system tadah hujan. Oleh karena itu lahan tidur biasanya ditanami tanaman yang tahan terhadap daerah yang kering. Tanaman tersebut meliputi Kedelai, Jagung, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Singkong, Ubi Jalar, dan Padi Gogo. Dari tanaman tersebut seperti jagung, singkong, ubi jalar dapat menjadi alternative pengganti beras sebagai makanan pokok. Kemudian tanaman padi gogo bisa membantu ketersediaan beras yang ada di Indonesia. Lalu tanaman yang lainnya merupakan tanaman yang berkualitas tinggi dan harga jual yang masih menjanjikan.

Penutup

Lahan tidur adalahan terbangun maupun tidak terbangun, tetapi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menguasai sesuai dengan sifat dan tujuan penguasaannya atau rencana tata ruang yang berlaku. Sehingga sangat disayangkan jika hanya dibiarkan begitu saja. Karena selain dapat menjaga ketahanan pangan juga dapat menjadi alternative peningkatan  pengnghasilan petani. Sedangkan criteria lahan tidur yang baik meliputi Lahan tidak terlalu miring, kemudian tanahnya gembur dan subur, dan lahan tiak pernah dilanda banjir. Selanjutnya tahap dalam penyiapan lahan ada tiga yaitu membersihkan lahan, mengolah tanah, dan menata lahan. Kemudian tanaman-tanaman yang cocok untuk lahan tidur adalah kedelai, jagung, kacang tanah, kacang hijau, singkong, ubi jalar, dan padi gogo.

Daftar Pustaka

Najiyanti, Sri dan Danarti.1999. Pemanfaatan lahan tidur untuk tanaman pangan.   Jakarta:Penebar Swadaya.

Nasir, M. (2010). Mengais Rezeki di Lahan Tidur. Diambil 18 Oktober 2012 dari http:// www.tnol.co.id/…/5850.m_nasir_mengais_rezeki_di_lahan_tidur. html

Basri Jumin, Hasan. 2008. Dasar-dasar Agronomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Jaya

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s